Resume Administrasi tata laksana berbasis ICT dan Administrasi sarana dan prasarana pendidikan
Nama :
Karina Martini
Nim :
11911123748
Kelas : 2C PBINDO
Dosen : Karno Ariyanto. M,Pd
- Administrasi
Tata Laksana berbasis ICT
Administrasi Tata Laksana Berbasis ICT
adalah Information and Communication
Technologies (ICT). Dalam beberapa
sekolah maupun perguruan tinggi telah mencanangkan pengembangan ICT dalam
pembelajaran bagi peserta didik atau mahasiswa sebagai jaminan mutu pendidikan.
Proses kegiatan belajar-mengajar sudah banyak menggunakan media laptop,
komputer, LCD Proyektor, audio visual dan didukung dengan internet/hotspot
area, perpustakaan digital (e-library), buku digital (e-book), pembelajaran
digital (e-learning), menggunakan buku sekolah elektronik (BSE) yang dapat
diakses bebas dengan komputer dan peserta didik tidak harus membeli buku
pelajaran cetak, dan lain sebagainya.
Perkembangan ICT ini menuntut perubahan
paradigma pendidikan konvensional yang memiliki ciri pendidikan yang berpusat
pada guru (teacher centre education) pada pendidikan berbasis ICT
yang menekankan pada pendidikan berpusat pada peserta didik (student
centre education) dan penguasaan ICT. Pemanfaatan Information and Communication
Technologies (ICT) yang baik se bagai
berikut.
1) Memiliki
visi yang kuat tentang masa depan sekolahnya serta serta pemanfaatan information
and Communication Technologies (ICT) di
sekolahnya, dan mampu mendorong semua warga sekolah untuk mewujudkannya.
2) Memiliki
Memiliki visi yang kuat tentang masa depan sekolahnya serta Pemanfaatan
Information harapan tinggi terhadap Pemanfaatan Information and Communication
Technologies (ICT), peserta didik, dan kinerja seluruh warga sekolah.
3) Senantiasa
memprogramkan dan menyempatkan diri untuk mengadakan pengamatan terhadap
berbagai aktivitas Pemanfaatan Information
and Communication Technologies
(ICT) sekolah serta memberikan
umpan balik (feedback) yang positif dan konstruktif dalam rangka memecahkan
masalah dan memperbaiki pembelajaran.
4) Mendorong
memanfaatkan waktu secara efisien dan efektif serta merancang prosedur untuk
meminimalisasi stress dan konflik negatif.
5) Mendayagunakan
berbagai sumber belajar dan melibatkan seluruh warga sekolah secara kreatif,
produktif, dan akuntabel.
6) Memantau
dan mengevaluasi kemajuan pengelolaan administrasi baik secara individu maupun
kelompok.
Dengan demikian dapat dikemukakan bahwa
pemanfaatan Information and Communication Technologies (ICT) merupakan proses
aktualisasi antara kepala sekolah dan pengelola administrasi, guru serta
komponen pendidikan lainnya dalam upaya untuk maju kearah tercapainya tujuan
pendidikan. Information and
Communication Technologies (ICT) di sebuah lembaga akan berdampak terhadap
pengelolaan administrasi sekolah yang ada di lembaga tersebut. Sedangkan
pentingnya ICT bagi pengelolaan administrasi sekolah tampak dalam banyak hal
diantaranya.
1) Bahwa
administrasi sekolah itu bukan hanya sekedar kegiatan- kegiatan tata usaha
atau clerical work, seperti yang dilakukan di kantor-kantor tata usaha sekolah
ataupun kantor-kantor inspeksi (Kabin) Pendidikan, dan sebagainya
2) Bahwa
administrasi sekolah itu mencakup kegiatan-kegiatan yang luas, yang
meliputi antara lain kegiatan
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, dan sebagainya, yang
menyangkut bidang-bidang materiel, personel dan spiritual dalam bidang
pendidikan pada umumnya, dan khususnya pendidikan yang diselenggarakan di
sekolah-sekolah.
3) Bahwa
administrasi sekolah itu merupakan proses keseluruhan dan kegiatan-kegiatan
bersama yang harus dilakukan oleh semua pihak yang terlibat di dalam
tugas-tugas pendidikan.
- Administrasi
Sarana dan Prasarana Pendidikan
1) Sarana
Pendidikan
Menurut Mulyana seperti yang dikutip
Mukhtar (2009: 266), sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang
secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses
belajar mengajar. Menurut Tim Penyusun Pedoman Pembakuan Media Pendidikan
Departemen Pendidikan dan kebudayaan seperti yang dikutip oleh Hartanti
Sukirman, dkk (2009: 28), sarana pendidikan adalah semua fasilitas yang
diperlukan dalam proses belajar mengajar baik yang bergerak maupun yang tidak
bergerak agar pencapaian tujuan pendidikan berjalan lancar, teratur, efektif
dan efisien. Pendapat lain juga dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto dan Lia
Yuliana (2008: 273), Sarana pendidikan merupakan fasilitas yang diperlukan
dalam proses belajar mengajar, baik yang bergerak maupun tidak bergerak agar
pencapaian tujuan pendidikan dapat berjalan dengan lancar, teratur dan
efisien.
Berdasarkan beberapa pendapat di atas,
dapat disimpulkan bahwa pengertian sarana pendidikan adalah semua fasilitas
peralatan dan perlengkapan yang digunakan secara langsung dalam proses atau
kegiatan belajar mengajar agar pencapaian tujuan pendidikan berjalan lancar,
teratur, efektif dan efisien.
Jenis sarana pendidikan menurut Nawawi
seperti yang dikutip oleh Ibrahim Bafadal (2008: 2), sarana pendidikan
diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :
- Ditinjau dari
habis tidaknya dipakai
- 1) Sarana
pendidikan yang habis pakai adalah segala bahan atau alat yang apabila
digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Contoh: Spidol,
kapur tulis.
2) Sarana pendidikan yang tahan lama
adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus menerus
dalam waktu yang relatif lama. Contoh: meja, kursi, komputer.
- Ditinjau dari
bergerak tidaknya pada saat digunakan
1) Sarana pendidikan yang bergerak
adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindahkan sesuai dengan
kebutuhan pemakainya.
2) Sarana pendidikan yang tidak bisa
bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat
sulit dipindahkan. Contoh: penggunaan air pada suatu sekolah.
- Ditinjau dari
hubungannya dengan proses belajar mengajar.
1) Sarana pendidikan yang secara
langsung dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Contoh: kapur tulis,
spidol, kertas.
2) Sarana pendidikan yang tidak secara
langsung berhubungan dengan proses belajar mengajar. Contoh: almari arsip.
Menurut Suharsimi Arikunto dan Lia
Yuliana (2008: 274), sarana pendidikan dapat diklasifikasikan menjadi dua
jenis, yaitu :
- Sarana fisik, yakni
segala sesuatu yang berupa benda atau fisik yang dapat dibedakan, yang
mempunyai peranan untuk memudahkan dan melancarkan suatu usaha. Contoh:
mesin ketik, komputer.
- Sarana uang, yakni
segala sesuatu yang bersifat mempermudah sesuatu kegiatan sebagai akibat
bekerjanya nilai uang.
2) Prasarana
Pendidikan
Untuk menunjang proses pembelajaran pada
satuan pendidikan tidak hanya dibutuhkan sarana tetapi juga prasarana
pendidikan agar proses belajar mengajar berjalan dengan efektif dan tujuan
pendidikan dapat tercapai secara maksimal. Menurut Ibrahim Bafadal (2008: 2),
prasarana pendidikan adalah semua kelengkapan dasar yang secara tidak langsung
menunjang pelaksanaan proses pendidikan di sekolah. Menurut Roduone seperti
yang dikutip oleh Tatang M. Amirin, dkk (2010: 77), prasarana pendidikan
adalah sebagai perangkat penunjang utama suatu proses atau usaha pendidikan
agar tujuan pendidikan tercapai. Sedangkan Menurut Mulyasa (2003: 49)
prasarana pendidikan adalah fasilitas yang secara tidak langsung menunjang jalannya
proses pendidikan atau pengajaran.
Berdasarkan pendapat di atas dapat
disimpulkan bahwa pengertian prasarana pendidikan adalah semua kelengkapan yang
digunakan dan tidak secara langsung menunjang kegiatan belajar mengajar di
sekolah. Seperti: ruang kelas, ruang perpustakaan, ruang pimpinan, ruang guru,
ruang tata usaha, tempat beribadah, dll.
3) Administrasi
Sarana dan Prasarana Pendidikan
Administrasi sarana dan prasarana
pendidikan memiliki peranan penting dalam menunjang proses belajar mengajar di
satuan pendidikan. Oleh karena itu di setiap satuan pendidikan dibutuhkan
pelaksanaan administrasi sarana dan prasarana pendidikan yang baik.
Hartati
Sukirman, dkk (2009: 28) menjelaskan Administrasi sarana dan prasarana
pendidikan merupakan segenap proses penataan yang bersangkut paut dengan
pengadaan, pendayagunaan dan pengelolaan sarana dan prasarana pendidikan agar
tercapai tujuan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.
Ary H. Gunawan (1996: 114) menjelaskan
Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan merupakan seluruh proses kegiatan
yang direncanakan dan diusahakan secara sengaja dan bersungguh-sungguh serta
pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda pendidikan, agar senantiasa siap
pakai dalam proses belajar mengajar sehingga proses belajar mengajar semakin
efektif dan efisien guna membantu tercapainya tujuan pendidikan yang telah
ditetapkan.
Berdasarkan pendapat di atas, dapat
ditarik kesimpulan bahwa administrasi sarana dan prasarana pendidikan adalah
serangkaian kegiatan perencanaan yang diusahakan secara sengaja dan
bersungguh-sungguh serta pembinaan secara kontinu terhadap benda-benda
pendidikan dan prasarana dalam satuan pendidikan agar proses belajar mengajar
berjalan dengan efektif dan efisien sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan.
Komentar
Posting Komentar