MAKALAH ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN HAKIKAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN

MAKALAH
ADMINISTRASI DAN SUPERVISI PENDIDIKAN
HAKIKAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN


DISUSUN OLEH :
Karina Martini
11911123748

DOSEN PEMBIMBING :
Karno Ariyanto, M.Pd


UNIVERSITAS ISLAM NEGRI
 SULTAN SYARIF KASIM RIAU
TAHUN 2019/2020



Puji dan syukur kita ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan makalah Administrasi dan Supervisi Pendidikan yang membahas tentang Hakikat Administrasi Pendidikam tepat pada waktunya. Shalawat beserta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW. yang telah memberikan tauladan baik kepada kita semua. Makalah ini disusun untuk memenuhi UAS mata kuliah Administrasi dan Supervisi Pendidikan.
Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun penulis harapkan dari para pembaca demi kesempurnaan menyusun makalah dikemudian hari. Semoga makalah ini bermanfaat dan dapat memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan bagi pembaca.



Kampar, 22 juni 2020


 Penulis








DAFTAR ISI






BAB 1

PENDAHULUAN


A.      Latar Belakang

Administrasi sebagai suatu kegiatan bersama terdapat dimana–mana selama ada manusia yang hidup dan bekerjasama dalam kelompok. Jika kita melihat sebuah pabrik bekerja menghasilkan semacam benda sebagai produknya, maka disitu kita melihat ada administrasi. Karena pada lingkungan setiap lembaga pendidikan formal terdapat sejumlah manusia, baik yang berkedudukan sebagai pimpinan maupun sebagai tenaga pelaksana. Mereka tidak cukup dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan mengenai bidang pendidikan saja, akan tetapi harus dibekali pula dengan kemampuan bekerjasama dan kemampuan mengarahkan kerjasama itu guna mencapai tujuan lembaga pendidikan masing-masing.
Oleh karena itu, setiap petugas pendidikan perlu dibekali ilmu yang berkaitan dengan administrasi terutama para guru yang tidak cukup dengan bekal profesional saja. Mereka harus mempunyai berbagai bekal pengetahuan, keterampilan dan keahlian dalam berbagai bidang. Dalam tulisan yang penulis buat ini yang tersusun dalam bentuk makalah yang berjudul: “HAKIKAT ADMINISTRASI PENDIDIKAN” ini akan membahas pengertian, teori serta tujuan Administrasi Pendidikan.
B.       Rumusan Masalah
1.    Apa pengertian Administrasi Pendidikan?
2.    Apa saja teori-teori Administrasi Pendidikan?
3.    Apa tujuan dari Administrasi Pendidikan?

C.      Tujuan

1.    Pengertian Administrasi Pendidikan
2.    Teori-teori Administrasi Pendidikan
3.    Tujuan dari Administrasi Pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

 

A.      Pengertian Administrasi Pendidikan

       Secara etimologis perkataan Indonesia “Administrasi” yang bahasa Inggrisnya “Administration”, berasal dari kata Latin, yaitu : “Ad + ministrare” dan “Administratio”. Ad + ministrate berarti melayani, membantu atau memenuhi (TheLiang Gie, 1965). Sedangkan Administratio berarti pemberian bantuan, pelaksanaan, pimpinan, dan pemerintahan (Atmosudirdjo, 1986). Jadi, Administrasi pada hakekatnya adalah usaha untuk menolong, usaha untuk membantu, usaha untuk memimpin atau mengarahkan semua kegiatan dalam pencapaian tujuan yang telah ditentukan. [1]Sohiron, 2015. Administrasi dan supervisi pendidikan, Pekanbaru: Kreasi Edukasi.
Menurut G.Z. Roring yang dikutip Hadari Nawawi (1983: 10) Administrasi pendidikan adalah cara bekerja dengan orang-orang di dalam rangka usaha mencapai tujuan pendidikan yang efektif, yang berarti mendatangkan hasil yang baik, tepat dan benar sesuai dengan tujuan pendidikan yang telah di tetapkan. Orang yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kegiatan administrasi disebut "Administrator". [2]Suryana, Edeng. Mei 2015. Administrasi pendidikan dalam pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama.
Sedangkan menurut Soepardi (1988:7) “ administrasi adalah keseluruhan proses kegiatan-kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih oarang-orang secara bersama-sama dan simultan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Jadi, dapat di simpulkan bahwa administrasi pendidikan adalah keseluruhan proses kegiatan-kegiatan kerja sama yang dilakukan oleh sekelompok atau lebih oarang-orang secara bersama-sama yang terlibat dalam bidang pendidikan yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian serta pengawasan dan evaluasi dengan mendayagunakan dan memanfaatan fasilitas yang ada guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien.

B.       Teori-teori administrasi pendidikan

1.    Teori Klasik
Taylor adalah orang yang pertama mengembangkan manajemen ilmiah. Ia seorang ahli teknik yang memulai pekerjaannya di pabrik baja Midvale Steel Company Philadelphia (USA) sebagai pekerja biasa selama enam tahun. Setalah enam tahun bekerja taylor diangkat menjadi Chief Engineer. Ada tahun 1886 ia meneliti usaha-usaha untuk meningkatkan produktivitas kerja berdasarkan waktu dan gerak (time and motion study) ia berpendapat bahwa efisiensi perusahaan rendah karena banyak waktu dan gerak-gerak buruh yang tidak produktif. Taylor terkenal sebagai bapak Manajemen Ilmiah (The Father of Scientific Management).
Salah seorang tokoh dari teori organisasi klasik atau teori administrasi adalah Fayol yang lebih dikenal dengan bapak Teori Ilmiah. Fayol dilahirkan seorang ahli pertambangan dan berasal dari keluarga aristokratis di Prancis pada tahun 1841. Fayol menjadi manajer utama di pabrik tambang dan metalurgi yang sangat terkenal di Eropa. Fayol yakin bahwa kesuksesannya merupakan keterampilan mengembangkan pengalaman dan intropeksi. Ia mengemukakan teori dan teknik administrasi untuk mengelola administrasi yang komplek dalam bukunya yang terkenal dengan judul “Administrasion Industriellle et Generale”.
  1. Teori Hubungan Manusiawi
Mayo yang terkenal dengan penelitiannya Hawthorne. Menurut penelitian Hawthorne, hubungan manusiawi merupakan istilah umum yang sering dipakai untuk menggambarkan cara interaksi manajer dengan bawahannya secara manusaiawi. Asumsinya jika manajer personalia memotivasi pekerja dengan baik maka hubungan manusiawi dalam organisasi menjadi baik, apabila moral dan efisiensi memburuk maka hubungan manusiawi dalam organisasi menjadi memburuk. Untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik maka manajer harus memahami alasan-alasan pekerja bekerja dengan cara tertentu tidak dengan cara tertentu tidak dengan cara yang lainnya.
  1. Teori Prilaku
Perilaku (behavior) dapat dipahami melalui tiga pendekatan, yaitu dengan model, 1) Rasional, 2) Sosiologis, 3) Pengembangan hubungan manusiawi. Model rasional memusatkan perhatiannya pada anggota organisasi yang diasumsikan bersifat rasional dan mempunyai berbagai kepentingan, kebutuhan, motif, dan tujuan. Model sosiologis lebih memusatkan perhatiannya pada pengetahuan antropologi, sosiologi dan psikologi. Model pengembangan hubungan manusia lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan yang ingin dicapai dan pengembangan berbagai sistem motivasi menurut jenis motivasi agar dapat meningkatkan produktivitas kerja.
  1. Teori Kuantitatif
Teori ini ditandai dengan berkembangnya tim penelitian operasi (operasional research) dalam pemecahan masalah-masalah industri. Hal ini didasari atas kesuksesan tim penelitian operasi Inggris pada Perang Dunia II. Teknik penelitian operasi dan semakin berkembang sejalan dengan kemajuan komputer, transortasi dan komunikasi. Teknik penelitian operasi selanjutnya disebut dengan sebagai pendekatan manajemen ilmiah. Pendekatan manajemen ilmiah dipakai dalam banyak kegiatan seperti penganggaran modal, manajemen produksi, penjadwalan, pengembangan strategi produk, pengembangan SDM, dan perencanaan program.
Langkah-langkah dalam manajemen ilmiah antara lain, 1) perumusan masalah, 2) penyusunan suatu model matematis, 3) penyelesaian model, 4) pengujian model, 5) penetapan pengawasan atas hasil dan 6) pelaksanaan (implementasi).
  1. Teori Sistem
Sistem berasal dari bahasa Yunani, system. Sistem menurut Shpre & Voich seperti yang dikutip Husaini Usman adalah suatu keseluruhan yang terdiri dari sejumlah bagian-bagian. Menurut Banghart sistem adalah sekelompok elemen-elemen yang saling berkaitan secara bersama-sama diarahkan untuk mencapai tujuan yang ditentukan. Koontz & O’Donnel mendefinisikan sistem sebagai keseluruhan bukan hanya bagian-bagian karena sistem yang bersangkutan dipandang sebagai suatu totalitas.
  1. Teori Kontingensi
Teori kontingensi pada intinya menggabungkan antara teori-teori yang ada yang pada prinsipnya bergantung kepada situasi dan kondisi yang paling baik. Situasi dan kondisi menjadi acuan bagi manajer untuk menerapkan seluruh kegiatan organisasi dalam mencapai tujuannya. Manajer dituntut ahli dan peka terhadap permasalahan di tingkat bawahan dan berusaha mencari jalan yang baik terhadap pemecahaan masalah, serta menyusun langkah strategis dalam mencapai tujuan.[3] Sohiron, 2015. Administrasi dan supervisi pendidikan, Pekanbaru: Kreasi Edukasi. Hal:10

C.      Tujuan Administrasi Pendidikan

Tujuan administrasi pendidikan adalah berusaha untuk menunjang tercapainya tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan yang tertuang di dalam visi, misi dan tujuan sekolah/madrasah dan tujuan pendidikan nasional yang tertuang di dalam UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 3 untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Sergiovanni dan Carver dalam Daryanto, merumuskan terdapat empat tujuan administrasi, yaitu: efektivitas produksi, efisiensi, kemampuan menyesuaikan diri, dan kepuasan kerja. Keempat tujuan tersebut dapat digunakan sebagai kriteria untuk menentukan keberhasilan suatu penyelenggaraan pendidikan. Sedangkan menurut Shrode dan Voich dalam Nanang Fatah, tujuan utama manajemen/administrasi adalah produktifitas dan kepuasan.[4]Sohiron, 2015. Administrasi dan supervisi pendidikan, Pekanbaru: Kreasi Edukasi.  Hal:8
Selain itu, tujuan Adminiatrasi Pendidikan adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Dengan kata lain, menyelenggarakan kondisi-kondisi belajar yang kondisif agar peserta didik mau melakukan belajar efektif guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.[5]Suryana, Edeng. Mei 2015. Administrasi pendidikan dalam pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama. Menurut Sergiovani dan Carver ada empat tujuan administrasi, yaitu: efektivitas produksi, efesiensi, kemampuan menyesuaikan diri, dan kepuasan kerja.  [6]Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal. 17
Sasaran administrasi pendidikan adalah manusia, maka pelaksanaannya tidak boleh tidak dapat disetarafkan dengan “ordenil mesin”. Sifat administrasinyapun tidak bias bersifat mekanistis. Pelaksanaan administrasi pendidikan harus bersendikan pada prinsip-prinsip yang sifatnya kooperatif dan demokratis. Kegiatan administrasi pendidikan hendaknya didasarkan pada: 1) Tujuan pendidikan dan perkembangan anak didik, 2) Adanya koordinasi dalam semua usaha, 3) Penggunaan waktu, tenaga dan alat secara efektif dan efesien, 4) Partisipasi yang luas dalam menentukan policy dan program, 5) Memindahkan kekuasaan yang sesuai dengan tanggung jawab, dan 6) Menghindarkan overlapping fungsi.  [7]Ahmad, Sabri, Administrasi Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2000), hal. 8























BAB III

PENUTUP


A.      Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat di simpulkan bahwa Administrasi Pendidikan adalah keseluruhan proses kerjasama atau rangkaian kegiatan seseorang atau sekelompok orang yang terlibat dalam bidang pendidikan yang memerlukan perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian serta pengawasan dan evaluasi dengan mendayagunakan dan pemanfaatan fasilitas yang ada guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Teori-teori Administrasi Pendidikan di antaranya yaitu: teori klasik, hubungan manusiawi, prilaku, kuantitatif, sistem dan kotingensi.
Tujuan dari  Administrasi Pendidikan adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran. Dengan kata lain, menyelenggarakan kondisi-kondisi belajar yang kondusif agar peserta didik mau melakukan belajar efektif guna mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan.

B.       Saran

Setelah memahami pembahasan di atas, hendaknya kita dapat memanfaatkan pengetahuan yang kita miliki tentang administrasi pendidikan, teori serta tujuannya dan menerapkan dalam pembelajaran di kelas untuk pendidikan yang lebih baik.





DAFTAR PUSTAKA


1.        Ahmad,  Sabri, Administrasi Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2000)
2.        Sohiron, 2015. Administrasi dan supervisi pendidikan, Pekanbaru: Kreasi
Edukasi.
3.        Suryana, Edeng, Mei 2015. Administrasi pendidikan dalam pembelajaran.
Yogyakarta: CV Budi Utama.
4.        Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005).



[1] Sohiron, 2015. Administrasi dan supervisi pendidikan, Pekanbaru: Kreasi Edukasi.
[2] Suryana, Edeng. Mei 2015. Administrasi pendidikan dalam pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama.
[3] Sohiron, 2015. Administrasi dan supervisi pendidikan, Pekanbaru: Kreasi Edukasi. Hal:10
[4]  Ibit, Hal:8

[5] Suryana, Edeng. Mei 2015. Administrasi pendidikan dalam pembelajaran. Yogyakarta: CV Budi Utama.
[6] Daryanto, Administrasi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal. 17
[7] Ahmad, Sabri, Administrasi Pendidikan, (Padang: IAIN IB Press, 2000), hal. 8

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Fungsi administrasi/manajemen dan implementasinya pada lembaga pendidikan