Fungsi administrasi/manajemen dan implementasinya pada lembaga pendidikan

Nama: Karina Martini
Nim: 11911123748
Kelas: 2C P.B.Indo
Dosen: Karno Ariyanto, M.PD


Fungsi manajemen/administrasi pendidikan menurut Menurut G. R. Terry mengemukakan 4 fungsi manajemen/administrasi pendidikan:

1. Planning (perencanaan)
Kegiatan dan aktivitas dalam fungsi perencanaan :

- Menetapkan arah tujuan dan target bisnis yang ingin dicapai oleh perusahaan atau organisasi.
- Menyusun strategi dalam upaya untuk mencapai tujuan dan target yang telah ditentukan sebelumnya.
- Membuat rancangan rencana kegiatan untuk mencapai target.
- Menentukan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai target.
- Menyusun anggaran biaya untuk kegiatan operasional.
- Menetapkan standar kesuksesan dalam pencapaian suatu tujuan dan target bisnis.

2. Organizing (organisasi)
Kegiatan dan aktivitas dalam fungsi pengorganisasian :

- Mengalokasikan sumber daya yang dibutuhkan oleh perusahaan pada tugas-tugas tertentu.
- Menyusun dan menetapkan tugas-tugas atau job description bagi tiap-tiap anggota.
- Menetepkan prosedur yang dibutuhkan dan dijalankan.
- Menetapkan strukutur perusahaan yang menujukan adanya garis kewenangan serta tanggung-jawab.
- Merekrut, menyeleksi, melatih, dan mengembangkan tenaga kerja baru untuk perusahaan.
- Menempatkan tenaga kerja dalam posisi yang tepat dan sesuai dengan keahliannya.

3. Actuating (pelaksanaan/pengarahan)
Kegiatan dan aktivitas dalam fungsi pengarahan :

- Mengimplementasikan proses kepemimpinan dan pembimbingan pada para pekerja untuk mencapai target bisnis perusahaan.
- Memberi arahan kerja mengenai apa-apa saja yang harus dilakukan.
- Memberikan motivasi pada pekerja agar bekerja dengan lebih efektif dan efisien.
- Memberi tugas beserta penjelasan tentang pekerjaan dan job description secara berkala.
- Menjelaskan semua kebijakan yang sudah ditetapkan perusahaan.

4. Controlling (pengawasan)
Kegiatan dan aktivitas dalam fungsi pengendalian :

- Melakukan fungsi pengendalian terhadap para pekerja.
- Melakukan evaluasi keberhasilan dalam proses mencapai tujuan dan target sesuai standar yang sudah disepakati.
- Menempuh langkah klarifikasi serta koreksi atas terjadinya penyimpangan yang ditemukan.
- Mengawasi tindakan dan hasil dari pekerjaan pada perusahaan.
- Memberi alternatif solusi atas masalah yang terjadi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan.

Sumber: https://www.zonareferensi.com/fungsi-manajemen/

Implementasi perencanaan dalam Lembaga Pendidikan

Makna perencanaan yang digambarkan di atas mengandung arti; pertama, manajer/pimpinan memikirkan dengan matang terlebih dahulu sasaran (tujuan) dan tindakan berdasarkan pada beberapa metode, rencana, atau logika dan bukan berdasarkan perasaan. Kedua, rencana mengarahkan tujuan organisasi dan menetapkan prosedur terbaik untuk mencapainya. Ketiga, di samping itu, rencana merupakan pedoman untuk organisasi dalam memperoleh dan menggunakan sumber daya yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
Demikian sebuah perencanaan yang ideal, dan memang harus disusun secara sistematis dan berdsarkan pada fakta dan data secara kongkrit untuk memastikan apa yang direncanakan betul-betul dapat mengena sasaran lembaga. Sehingga kebutuhan perbaikan lembaga dan pengembangannya dapat diakomodir secara jelas oleh para pelaku dalam bentuk rencana yang komprehenship berdasaran kebutuhan lembaga.

Implementasi pengorganisasian dalam Lembaga Pendidikan

Mengorganiasikan (organizing) merupakan suatu proses menghubungkan orang-orang yang teribat dalam organisasi tertentu dan menyatupadukan tugas serta fungsinya dalam organisasi. Dalam prosesnya dilakukan pembagian tugas, wewenang, dan tanggungjawab secara terperinci berdasarkan bagian dan bidang masing-masing sehingga terintegrasikan hubungan-hubungan kerja yang sinergis, koperatif, harmonis, dan seirama dalam mencapai tujuan yang telah disepakati.

Implementasi Pengawasan dalam Lembaga Pendidikan 

Controlling atau pengawasan dan pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupaya mengadakan penilaian, mengadakan koreksi terhadap segala hal yang telah dilakukan oleh bawahan sehingga dapat diarahkan ke jalan yang benar sesuai dengan tujuan. Pengawasan yaitu meneliti dan mengawasi agar semua tugas dilakukan dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang ada atau sesuai dengan deskripsi kerja masing-masing personal. Pengawasan dapat dilakukan secara vertikal maupun horizontal, atasan dapat melakukan pegontrolan terhadap kinerja bawahannya, demikian pula bawahan dapat melakukan upaya kritik kepada atasannya. Cara demikian diistilahkan dengan sistem pengawasan melekat. Pengawasan melekat lebih menitikberatkan pada kesadaran dan keikhlasan dalam bekerja.

Sumber: Jurnal Fathul Maujud. Implementasi fungsi-fungsi manajemen dalam lembaga pendidikan islam.

Komentar

Posting Komentar